Skip to main content
Keluarga pedagang kue jadi mualaf diberikan penghargaan oleh Walikota Bengkulu.

Di Kota Bengkulu, Keluarga Pedagang Kue Jadi Mualaf

AMBONEWS.COM, Bengkulu - Predikat Kota Hadist untuk Kota Bengkulu nampaknya menjadi sebuah hidayah bagi masyarakat Kota Bengkulu, pasalnya di Kota Bengkulu terdapat satu keluarga non muslim yang memilih untuk menjadi mualaf (masuk Agama Islam).

Walikota Bengkulu Helmi Hasan selalu berpesan kepada masyarakatnya untuk selalu menebar kebaikan dan kebahagiaan antar sesama, terlebih lagi jika ada yang berniat untuk masuk muslim.

“Kalau ada orang yang masuk Islam bantu dia. Mudah mudahan saudara kita yang baru masuk Islam Allah jaga imannya dan tidak dilepaskan hidayah darinya. Kita ajak dia ikut berdakwah. Ketika dakwah dihidupkan, maka Iman akan meningkat,” ujar Helmi,  Minggu (26/1).

Beliau juga menyampaikan, bahwa masjid menjadi salah satu alat ukur iman, karena masjid adalah salah satu tempat yang menyenangkan bagi seluruh umat.

“Apa alat ukur iman? yakni masjid. Tidaklah dikatakan beriman orang-orang di suatu kampung, di suatu kota bila masjidnya kosong melompong atau jamaahnya sedikit. Mari kita jadikan masjid-masjid kita menjadi suatu tempat yang menyenangkan bagi seluruh umat,” Tambahnya.

Salah satu keluarga yang menjadi mualaf tersebut ialah keluarga Ibu Tina, perempuan asal Medan Sumatera Utara yang sebelumnya memeluk agama Katolik ini mengaku memiliki cita-cita mejadi seorang Ustazah.

Keseriusan dari Keluarga yang menggantungkan kehidupan dengan berdagang kue ini nampaknya sangat tinggi, terlihat dari pernyataannya yang mengaku bergetar dan merinding saat pertama kali membacakan dua kalimat syahadat serta dalam 3 hari ia bisa menghafal dan melafazkan semua bacaan salat.

“Kami sudah yakin Islam pilihan kami, kami ingin Islam sampai mati,” tutur Tina disambut takbir oleh seluruh jamaah. (Nay/red)