Skip to main content
Gaji Telat dan Dipotong Hingga 20 Persen, RS Permata Bunda Medan Didemo

Gaji Telat dan Dipotong Hingga 20 Persen, RS Permata Bunda Medan Didemo

AMBONEWS.COM, Medan - Rumah Sakit (RS) Permata Bunda Medan di Demo para Medis dan Perawat di halaman RS, Kamis (3/9/2020). Ratusan perawat dan tenaga medis ini memprotes Rumah Sakit (RS) atas Kebijakan Manajemen yang memotong gaji karyawan selama masa pandemi Covid-19.

Perawat dan Paramedis ini meminta penjelasan soal iuran BPJS Ketenagakerjaan. Mereka merasa selama ini sudah dipotong gaji namun ternyata tidak disetorkan untuk bayar iuran. Dampaknya, para karyawan bergaji di bawah Rp. 5.000.000, tidak bisa mendapatkan bantuan subsisi gaji dari pemerintah senilai Rp. 2.400.000, selama empat bulan.

Salah satu Perawat bernama Isnaini, mengaku gaji mereka dalam beberapa bulan dipotong sebesar 10 persen. Bahkan untuk bulan ini mencapai 20 persen. Kemudian jatah snack untuk jaga malam juga berkurang, dan tanggal pembayaran gaji selalu terlambat dari waktu yang ditentukan.

"Kami menuntut hak kami. Gaji dipotong selama masa Covid-19, juga ada pemotongan untuk BPJS Ketenagakerjaan yang ternyata tidak disetor. Kami menunggu jawaban managemen," kata Isnaini.

Melihat aksi ini, pihak Rumah Sakit (RS) Permata Bunda, melalui Humas, Helmi mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Ini dikarenakan penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19. Helmi mengatakan akan upayakan dan menyelesaikannya dengan secepatnya.

"Apa yang jadi tuntutan karyawan akan kami penuhi paling lambat besok. Kami akan berikan apa yang jadi hak mereka sehingga keharmonisan bisa kembali terjaga," jawab Helmi.

Perawat dan paramedis sempat memasuki ruangan Direktur Rumah Sakit untuk meminta penjelasan atas tuntutan mereka. Bahkan sejumlah karyawan mengancam akan terus berunjuk rasa selama tuntutan mereka tak dipenuhi.

 

Sadar Laia