Skip to main content
Sambangi Korban Banjir, Ketua DPRD Kota : Jangan Sampai Kelaparan Akibat Banjir

Sambangi Korban Banjir, Ketua DPRD Kota : Jangan Sampai Kelaparan Akibat Banjir

AMBONEWS.COM, Kota Bengkulu - Menunjukkan bentuk kepeduliannya terhadap warga Kota Bengkulu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Suprianto bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sambangi warga yang terkena bencana banjir.

Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat permukiman warga di RT 11, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singgaran Pati tergenang banjir.

Saat meninjau lokasi langsung, Suprianto mengaku turut prihatin atas kejadian ini, untuk itu beliau datang untuk memberikan sejumlah  bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban.

Bantuan yang beliau berikan berupa mie instan, air minum serta nasi bungkus, karena untuk saat ini masyarakat yang menjadi korban banjir sangat membutuhkan logistik untuk bertahan.

“Sebagai bentuk kepedulian kita, hari ini memberikan bantuan sedikit untuk pertolongan pertama bagi masyarakat terdampak banjir ini. Jangan sampai meraka kelaparan karena dari malam sampai pagi ini tidak bisa masak akibat banjir yang mengenangi rumah mereka,” ujar Suprianto saat meninjau langsung ke lokasi banjir, Selasa (6/10).

Menurut Suprianto, permasalahan banjir di Kota Bengkulu ini memang belum terselesaikan, namun harus dicari solusinya agar nantinya tidak terulang lagi apabila  intensitas hujan tinggi lagi.

“Untuk mengatasi permasalah banjir ini. Kita minta Dinas PUPR mencari permasalahannya. Sudah itu lokasi ini harus dikeruk dan langsung dibuatkan drainase agar tidak terjadi hal seperti ini lagi. Jadi, kami minta Dinas PUPR fokuskan mengatasi permaslahan banjir ini,” jelas Suprianto.

Mewakili Dinas PUPR, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Yosef Feri Yorizal mengatakan akan melakukan upaya untuk mengatasi permasalah banjir di Kelurahan Jembatan Kecil ini.

“Ya, nanti kita akan mencari solusi untuk mengatasi banjir ini. Salah satunya ialah melakukan penggerukan dan setelah itu membuat drainase agar pengairan dikawasan ini berjalan lancar ketika hujan turun,” tutur Yosef.

Saat dikunjungi oleh Politisi PAN ini,  salah satu warga RT 11, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singgaran Pati yakni Ernawati mengungkapkan awal mula terjadinya banjir.

Ernawati menjelaskan kepada Supriyanto bahwa air naik sekira pukul 11 malam hingga jam 4 subuh yang awalnya hanya merendam beberapa rumah saja, namun lama kelamaan merendam banyak rumah hingga ketinggian lutut orang dewasa.

“Awalnya hanya beberapa rumah saja, sekarang sudah banyak rumah yang terendam. Ketinggian air ini sudah mencapai sebatas lutut orang dewasa. Terkait hal ini, kami minta tolong kepada pemerintah agar dapat membantu supaya air dapat surut. Dan kami bisa dapat beraktivitas kembali seperti biasa,” ujar Ernawati dengan penuh harapan.

 

 

 

Red/Adv