Irigasi Jebol, 50 Hektar Padi Terancam Gagal Panen
AMBONEWS.COM, Mukomuko - Jebolnya irigasi tentu mengecewakan warga Kabupaten Mukomuko, hal ini membuat sawah milik warga bisa terancam gagal panen.
"Harapan kami untuk bisa panen ini sangat besar tetapi jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan, maka ada puluhan hektar padi milik petani bisa gagal panen karena kekurangan air akibat jebolnya saluran irigasi ini," sampai Jumadi, warga Desa Rawa Mulya Kecamaran 14 Koto Kabupaten Mukomuko.
Untuk itu, Jumadi selaku petani yang memiliki tanaman padi di sawah yang di ambang kegagalan panen berharap, keadaan ini bisa segera diatasi dalam waktu dekat.
Dalam minggu ini, diharapkan air sudah bisa di dialirkan kembali bagaimanapun caranya, Akankah di Talang atau direhab agar padi milik warga dapat tertolong untuk mencukupi kebutuhan air di sawahnya.
"Kalau ditengok dari jebolnya irigasi di BBS 6 dan 7, berarti Desa Rawa Mulya dengan Desa Dusun Baru Pelokan ini Aku sangat merasa terdampak gagal panen dengan adanya jebolnya irigasi ini," tambahnya.
Adapun luas lahan persawahan yang bergantung pada air irigasi ini untuk di BBS 8 ada sekitar 6 hektar, BBS 9 sekitar 12 - 15 hektar, BBS sekitar 8 hektar, serta di BBS 12 ada sekitar 15 hektar.
Jadi, lahan sawah yang terdampak pada jebolnya irigasi ini ada sekitar 50 hektar lebih.
"Semua petani yang ada di wilayah ini sangat sangat membutuhkan, karena padi mau menjelang menjelang terbit, artinya sedang bunting, kalau irigasi mati kayak gini mungkin harapan untuk panen sangat kecil, apalagi sekarang lagi musim kemarau belum ada titik-titik untuk hujan," tuturnya. (Trimo)