Skip to main content
Yoegi

Raih Beasiswa di Luar Negeri, Yoegi Dwison Jumhadi Tak Punya Dana Untuk Berangkat

Bengkulu (AMBONEWS) - Kuliah di luar negeri tanpa uang itu bukan mimpi belaka. Di luar sana tersedia berbagai jenis beasiswa ke luar negeri yang bisa dipilih. Mau beasiswa di Eropa, Asia, Amerika, atau di negara-negara Asia macam Jepang atau Korea. Semua komplit.

Maklumlah, beasiswa itu bukan buat orang lain. Jangan juga salah kaprah, beasiswa bukan berarti hanya untuk orang yang susah ekonomi.Yang pasti sih, untuk mendapatkan beasiswa butuh usaha keras. Dan disertai doa juga dong. Kemudian, sejak awal sebaiknya jangan kepikiran kalau dapat beasiswa itu berarti enggakmengeluarkan duit sepersen pun.

Meski kuliah dibayari beasiswa, tetap saja teliti dengan hati-hati apa saja yang ditanggung beasiswa tersebut. Masalah, kadang ada biaya hanya biaya perkuliahan saja, sedangkan-biaya lainnya ditanggung sendiri.

Seperti kisah Yeogi Dwison Jumhadi, pelajar SMAN 8 (Semandel Kota Bengkulu) yang berhasil diterima kuliah di perguruan tinggi Delhi Technological University (DTU) Jurusan Information Technology (IT) dengan Beasiswa luar negeri Indian Council for Cultural Relations (ICCR).

Hasil jerih jerih payahnya selama ini tidak sia-sia. Yeogi sendiri terdorong untuk mengikuti beasiswa tersebut karena ingin mencari ilmu yang lebih mumpuni dan masa depan yang gemilang serta mencari pengalaman baru.

“Saya tidak khawatir ataupun takut karena prinsip saya. Kalau memang ini rejeki saya, ya saya bersyukur,” ujarnya. Senin (8/2/2021).

"Yeogi mengaku ingin kuliah ke luar negeri justru sejak masih sekolah di SMPN 11 Kota Bengkulu,"tambah yoegi Setelah lulus dari SMAN 8 Kota Bengkulu, Yeogi kini sudah harus siap berangkat, namun masih terkendala biaya keberangkatan.

“Beasiswa ini hanya untuk sekolah saja sampai lulus kuliah, namun untuk keberangkatan kami belum ada,”sebutnya.

Saat ditemui kedua orang tua yoegi dikediamannya, Kunhadi (51)dan Jumiati menjelaskan,"Kami sebagai orang tua sangat bangga karena anak no 2 ini mendapat beasiswa CCR ke india, namun kami untuk biaya keberangkatan pesawat dan uang saku dan biaya selama 3 bulan kami belum mampu untuk itu karena itu saya mohon bantuan dari pihak pemerintah kota maupun pemerintah Provinsi Bengkulu, agar anak kami bisa berangkat ke india karena ekonomi orang tua tidak mampu untuk itu. Kami sangat berharap kepada pihak pemerintah kota maupun provinsi dapat membantu anak Kami,” ungkap Kunhadi.

Kunhadi juga menambahkan bahwa dirinya memberikan restu dan siap ditinggalkan sang anak selama sekolah di luar negeri untuk menuntut ilmu. Diceritakan sang ayah, menuntut ilmu ke luar negeri merupakan cita-citanya. Bahkan sejak masih duduk di bangku SMP.

“Insya Allah saya siap, karena ini merupakan cita-cita anak saya. Namun saya masih terkendala biaya, saya harap Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu bisa membantu meringankan. Masalah, beasiswa hanya biaya perkuliahan saja, sedangkan biaya-biaya lainnya ditanggung sendiri,” harap Kunhadi.

Ayahnya juga berharap setelah kembali nanti akan menjadi anak yang lebih baik lagi, dan memiliki karakter yang lebih bagus lagi.

Kepala Sekolah SMAN 8 Kota Bengkulu, Hidayatul Mardiyah merasa turut bangga karena ada siswanya di perguruan tinggi Delhi Technological University (DTU) dengan Beasiswa luar negeri Indian Council for Cultural Relations (ICCR).

Mardiyah berharap, agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah pengalaman.

“Pihak sekolah turut bangga dan mengapresiasi , saya harap agar lebih serius dalam mengikuti seluruh program selama disana. Sehingga harapannya, pengalaman selama disana nanti dapat ditularkan kepada siswa-siswi lain di SMAN 8 Kota Bengkulu ini,” kata Kepsek.